Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Terapi Air Putih Untuk Berbagai Penyakit

Kamis, 14 Januari 2010

Allah SWT telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

1. Sakit Kepala
2. Asma
3. Hosthortobics
4. Darah Tinggi
5. Bronchitis
6. Kencing Manis
7. Kurang Darah
8. TBC
9. Paru-paru
10. Penyakit Mata
11. Rematik
12. Radang Otak
13. Lumpuh
14. Batu Ginjal
15. Haid Tidak Teratur
16. Kegemukan
17. Penyakit Saluran Kencing
18. Leukimia
19. Radang/Sakit Persendian
20. Kelebihan Asam Urat
21. Kanker Peranakan
22. Radang Selaput Lendir
23. Mencret
24. Kanker Payudara
25. Gangguan Jantung
26. Disentri
27. Radang Tenggorokan
28. Mabuk, Pusing, Gamang
29. Ambeien
30. Sembelit
31. Batuk

Bagaimana Air Minum Itu Bekerja?

Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta tak terbantah,
seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru.

Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana Melakukan Terapi Air ini ?

Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai “usha paana chikitsa”.

Setelah itu anda boleh mencuci muka. Hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.

Apakah mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?

Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini, dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:

Sembelit – 1 Hari
TBC Paru-Paru – 3 Bulan
Kencing Manis – 7 Hari
Asam Urat – 2 Hari
Tekanan Darah – 4 Minggu
Kanker – 4 Minggu

Catatan :
Disarankan agar penderita radang / sakit persendian dan rematik melaksanakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan-selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Kami mohon dengan sangat, metode di atas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara dan tetangga karena hal ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat

” BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA “

Mengenal Penyakit Paru-Paru Lebih Dekat

Organ penting ini merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. Udara sangat penting bagi manusia, tidak menhirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru.

Banyak bercinta terhindar serangan jantung

Tahukah Anda bahwa laki-laki yang sering melakukan hubungan seks akan berkurang 45 persen kemungkinannya terkena serangan jantung daripada laki-laki yang jarang berhubungan seks. Penelitian ini dilakukan kepada lebih dari 1.000 orang, dan hasilnya menunjukkan bahwa seks memiliki efek perlindungan pada jantung laki-laki.

Setiap tahun penderita serangan jantung di Britania mencapai 270 ribu orang. Meskipun seks telah lama dianggap baik untuk kesehatan fisik dan mental, baru ada sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat hubungan antara seks dan penyakit jantung.

Dalam studi terbaru, ilmuwan di New England Research Institute di Massachusetts, dilacak aktivitas seksual pria berusia antara 40-70. Para peneliti juga memperhitungkan faktor risiko lain seperti umur, berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Hasilnya, orang-orang yang bercinta setidaknya dua kali seminggu cenderung jauh lebih kecil memiliki penyakit jantung ketimbang mereka yang bercinta sekali sebulan atau kurang, seperti dilansir The Telegraph, Jumat (8/1).

Menurut peneliti, manfaat seks bisa memberikan efek pada tubuh, yakni fisik dan emosional yang baik. Pria yang sering melakukan aktivitas seksual lebih sehat dibanding yang tidak sering, karena seks bisa menggurangi tingkat stres dan memberikan dukungan sosial. Pun, seks dalam beberapa bentuk memiliki komponen kegiatan fisik yang dapat langsung berfungsi untuk melindungi kesehatan jantung.

Sebuah studi awal di National Cancer Institute di AS menunjukkan pria yang mengalami ejakulasi melalui hubungan seks atau masturbasi, setidaknya lima kali seminggu, punya kemungkinan jauh lebih kecil terkena kanker prostat.

Sementara, seks sekali atau dua kali seminggu di musim dingin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan terkena pilek dan flu, menurut para peneliti di Wilkes University, Pennsylvania. Mereka menemukan hal itu dapat meningkatkan kadar imunoglobulin A atau IGA yang mengikat untuk organisme yang menyerang tubuh dan kemudian mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan mereka.

Selain itu, seks teratur bahkan dapat mendorong indera penciuman seorang wanita dengan memicu pelepasan hormon yang disebut prolaktin, menurut para ilmuwan di Universitas Calgary di Kanada. Ini mungkin sebuah mekanisme untuk membantu mengikat ibu dengan bayi yang baru lahir.

Ramuan Obat Alami untuk Penyakit Kapalan

Selasa, 05 Januari 2010

Penyakit kapalan (callules) sering terjadi pada tangan ataupun kaki. Pada kaki biasanya terjadi karena menggunakan sepatu atau sandal yang terlalu sempit ataupun tidak benar. Sedangkan pada tangan, jika Anda melakukan pekerjaan tertentu secara terus-menerus yang menekan permukaan kulit.

Untuk mengatasi kapalan selain menggunakan krim khusus, Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami. Ikuti tips berikut untuk mengatasi masalah kapalan, baik pada tangan maupun kaki.

- Lemon

Perasan jeruk lemon segar bisa mengatasi rasa nyeri yang biasanya muncul pada kapalan. Bersihkan area yang mengalami kapalan. Lalu, oleskan area yang kapalan dengan perasan jeruk lemon, dan diamkan selama satu malam.

- Pepaya mentah

Pepaya mentah juga bisa Anda gunakan untuk mengatasi kapalan. Caranya haluskan beberapa potong pepaya mentah menggunakan blender. Lalu, tempelkan pepaya halus tersebut pada area yang kapalan, tiga kali sehari.

- Bawang putih

Campuran vitamin e yang berbentuk minyak bisa sangat efektif untuk mengatasi kapalan jika dicampur dengan bawang putih. Haluskan bawang putih kemudian campur dengan minyak vitamin E. Tempelkan dengan menggunakan kapas dan diamkan selama satu malam.

- Kentang

Kapalan juga bisa diatasi dengan kentang. Parutlah kentang hingga teksturnya sedikit halus. Tempelkan di bagian yang kapalan dan tutup dengan kain kassa. Diamkan selama dua hingga tiga jam.

Mendiagnosa Penyakit Malaria dengan Permen Karet

Ada cara baru yang mudah dan murah untuk mendiagnosa penyakit malaria, yaitu dengan mengunyah permen karet.

Dengan bantuan dana dari yayasan milik bos Microsoft Bill Gates, Bill and Melinda Gates Foundation, Andrew Fung dan timnya di University of California, Los Angeles mengembangkan Maliva, metode baru untuk mendeteksi Malaria dengan permen karet.

“Dimana pun Anda menjual permen, Anda bisa menjual dan memanfaatkan permen karet ini,” ucap Fung seperti dikutip dari Discovery News, Minggu (27/12/2009).

Orang yang terinfeksi malaria menunjukkan berbagai gejala seperti demam panas, menggigil, muntah, kekurangan energi, bahkan kejang-kejang setelah enam sampai 14 hari terkena gigitan nyamuk Anopheles betina.

Untuk mendiagnosa malaria, para ilmuwan mengambil sampel darah dan mengujinya menggunakan mikroskop, mencari sel yang terinfeksi parasit malaria. Sel yang terinfeksi tersebut ditandai dengan warna yang lebih gelap dari sel darah merah normal.

Di beberapa daerah yang belum memiliki fasilitas mikroskop atau staf ahli berpengalaman, umumnya para dokter menggunakan tes antigen. Dengan tes ini, setetes darah bisa mendeteksi keberadaan beberapa molekul yang dibuat parasit malaria dan dilepaskan ke dalam darah manusia.

Sayangnya metode ini kurang efektif digunakan di daerah yang penduduknya tidak cukup mampu untuk membayar tes antigen atau menganggap darah merupakan hal yang tabu. Dunia medis pun kemudian memperkenalkan metode bernama Maliva, yaitu mendeteksi malaria melalui air liur yang menempel pada permen karet.

Ketika seseorang mengunyah permen karet, air liur mengandung molekul yang diproduksi parasit malaria, masuk ke mulut. Partikel nano magnetik dengan antibodi kemudian akan menempel ke molekul. Setelah beberapa menit, permen karet akan dibuang dan ditempatkan pada strip kertas. Nanopartikel yang terikat pada protein malaria, akan menujukkan garis tipis. Apabila tidak ada garis, berarti orang tersebut tidak terkena malaria.

“Menggunakan air liur dan bukan jarum suntik yang menyakitkan, akan menjadi tren dunia media dalam beberapa tahun ke depan, termasuk untuk mendeteksi penyakit lain selain malaria,” kata Fung optimistis. (rah)

Sebagian Besar Penyakit Berasal Dari Usus Besar

Usus besar bisa jadi sarang penyakit, lho! Begitulah hasil penelitian Dr Harvey W Kellogg dari USA yang menemukan fakta bahwa dari 100.000 usus besar yang dimiliki oleh manusia, hanya 6 persen yang benar-benar normal.

Adapun penyebabnya adalah makanan-makanan yang mengendap dan tersumbat di usus besar yang berubah menjadi sampah buangan yang berbahaya.

Nah, secara tidak langsung semua itu meracuni tubuh yang kemudian menimbulkan penyakit dan mempercepat proses penuaan, karena sel-sel tubuh kita menjadi rusak.

Perlu diketahui, panjang saluran pencernaan adalah 6 kali tinggi badan manusia. Jadi dalam jangka waktu panjang, tentunya usus besar dan saluran pencernaan akan dikotori sisa makanan yang tidak terbuang dengan berat rata-rata 3-11kg yang membusuk dan mengeluarkan zat-zat beracun di dalam usus kita. Zat racun ini terserap oleh usus dan menjadi sumber segala penyakit yang sangat berbahaya.

Waduh, yuk “bersihkan” usus besar sekarang juga! Ajak keluarga untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung serat! Karena serat alami dipercaya dapat memperlancar pencernaan. Kalau “pembuangan” lancar, dijamin usus besar tak lagi menyimpan banyak “sampah” kan?.

Menurut penelitian ternyata puasa dapat membakar kotoran / lemak2 yg tidak bernmanfaat pada usus besar . maka terbukti kebenaran berbagai agama yang menganjurkan puasa untuk kesehatan pada umatnya…(Mom& Kiddie//nsa)

Tambahan informasi:

“Saya telah mengalami bahwa banyak kasus pembedahan dapat dielakkan dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia masa kini disebabkan oleh usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal” (Sie Arbuthnot Lane, M.D. London)

“Cucilah usus anda supaya anda merasa 20 tahun lebih muda. Jika setiap orang menjalankan cuci usus, niscaya 95% klinik akan tutup karena kekurangan pasien” (DR. Victor Iron USA)

Ajaran Nabi yang dilukiskan para hukamah yang berbunyi: “Al-bithnu ashlid-daai wal miyatu ashlud-dawaa i” (perut itu pangkal segala penyakit, dan memeliharanya itu pangkal dari pada pengobatan)

NB: Untuk membersihkan usus, kami merekomendasikan minum MELILEA GREENFIELD ORGANNIC (Makanan organic 5 bintang berbentuk bubuk yg terdiri dari gandum, beras, barley, oat, sayur2an dan buah2an serta rempah2. Diminum dengan cara dishake) sebagai pengganti nasi+lauk selama minimal 3 hari. boleh makan buah dan sayur dan minum air putih min 3 ltr/hari.

Saya sudah membuktikan, dulu saya mempunyai masalah pencernaan, sakit pinggang dan tekanan darah tinggi. Saya terapi fasting untuk membersihkan usus saya dengan MELILEA GREENFIELD ORGANNIC, pada hari kedua sampai dengan kelima kotoran yang menumpuk di perut keluar, dan setelah ditimbang berat badan saya turun 4 kg selama 5 hari. Sakit pencernaan saya, sakit pinggang dan darah tinggi saya juga sembuh. Alhamdulillah.
Untuk info lebih lanjut silahkan hub : kunciorganic@gmail.com
Kalau Anda peduli dengan mobil/moto/ac Anda dengan melakukan service rutin, pedulikah Anda dengan tubuh Anda?

Semoga bermanfaat.

Penyakit yang Mengintai Orang Gemuk

Minggu, 03 Januari 2010

Gemuk itu sehat? Bisa ya, bisa benar. Benar jika gemuk dianggap sebagai tercukupinya kebutuhan gizi, dibanding jika seseorang kurus kering. Tapi pendapat ini bisa jadi salah bila gemuk menjadi berlebihan, hingga menjadi kegemukan atau lazim pula disebut obesitas.

Kenapa? Karena orang yang mengidap obesitas biasanya mengalami peningkatan risiko terserang berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Inilah beberapa di antaranya yang paling sering jadi ancaman.

1. GANGGUAN JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
Obesitas merupakan penyebab utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Pasalnya, obesitas menyebabkan peningkatan beban kerja jantung, karena dengan bertambah besar tubuh seseorang maka jantung harus bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Bila kemampuan kerja jantung sudah terlampaui, terjadilah yang disebut gagal jantung. Tanda-tandanya, napas sesak dan timbulnya bengkak pada tungkai.

Pengidap obesitas juga sering mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) karena pembuluh darah menyempit akibat jepitan timbunan lemak. Kombinasi obesitas dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, timbul penebalan pada dinding bilik jantung disertai kekurangan oksigen. Keadaan ini akan mempercepat timbulnya gagal jantung.

2. GANGGUAN FUNGSI PARU-PARU.
Lagi-lagi timbunan lemak menjadi pemicu masalah. Pada pengidap obesitas, timbunan ini dapat menekan saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan terjadinya henti napas saat tidur (sleep apnea). Gangguan seperti ini lama-lama dapat menyebabkan gagal jantung juga dan berujung dengan kematian.

3. MENYEBABKAN DIABETES DAN PENINGKATAN KOLESTEROL
Obesitas dapat menyebabkan terjadinya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Ini disebabkan timbulnya gangguan fungsi insulin pada pengidapnya.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Akibat gangguan fungsi insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga tetap beredar dalam darah. Ini dapat diketahui dari kadar gula darah yang meningkat.

Gangguan fungsi insulin ternyata juga mengakibatkan gangguan metabolisme lemak (dislipidemia). Ini dapat dilihat dari terjadinya peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), trigliserida, namun disertai penurunan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Peningkatan kadar kolesterol jahat disertai penurunan kadar kolesterol berujung terbentuknya kerak dalam pembuluh darah (arterosklerosis). Arterosklerosis akan memperkecil diameter pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan stroke.

4. GANGGUAN PERSENDIAN
Obesitas akan menyebabkan peningkatan beban pada persendian penyangga berat. Misalnya persendian lutut sehingga lama-lama dapat menimbulkan peradangan persendian (osteoartritis). Gejala-gejalanya antara lain, nyeri pada sendi, diikuti dengan pembengkakan. Sendi juga menjadi kaku tak bisa digerakkan. Yang terparah, penderita tidak sanggup berjalan lagi.

5. GANGGUAN SISTEM HORMONAL
Obesitas ternyata juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal (hiperandrogenisme, hirsutisme), dan gangguan siklus menstruasi.

Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat. Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinisasi). Misalnya jerawatan, distribusi bulu-bulu di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat seperti suara lelaki.

Pada wanita, obesitas juga peningkatan risiko timbulnya batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental.

6. MENINGKATKAN RISIKO PENYAKIT GANAS
Hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami menopause, obesitas meningkatkan risiko timbulnya kanker rahim (endometrium) dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal).

7. GANGGUAN PSIKOLOGIS
Orang dengan obesitas juga sering kali mengalami gangguan psikologis berupa rasa rendah diri, keadaan depresi, bahkan bisa terkucil dari pergaulan sosial. Terlebih lagi bila lingkungan di sekitarnya tidak memberi dukungan, melainkan lebih banyak memperolok-olok kegemukannya.

Penyakit Jenis Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh kurangnya produksi hemoglobin (sel darah merah) yang diakibatkan terjadinya gangguan dalam proses pembentukan rantai sel darah karena kerusakan gen dalam tubuh. Penyakit ini terdapat di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Menurut Prof Dr Iskandar Wahidiyat, SpA(K), pakar thalasemia dari RSCM Jakarta, di Indonesia, sebaran thalasemia cukup beragam, tetapi daerah Palembang, Sumbawa, Bangka, dan Yogyakarta merupakan wilayah dengan angka penderita dan pembawa thalasemia cukup tinggi.

Ketika seseorang mengalami thalasemia, mereka tidak memiliki cukup sel darah yang sehat untuk mengangkut oksigen dan zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Karena itulah, mereka butuh tambahan darah dengan cara transfusi yang akan membantu mereka untuk tetap sehat. Transfusi yang dilakukan bisa bersifat terus-menerus atau sewaktu-waktu tergantung dari jenis thalasemia yang dialami.

Pengidap thalasemia bisa dibedakan berdasarkan produksi jenis globin yang terganggu. Kalau produksi globin jenis alfa yang terganggu maka penderitanya mengalami thalasemia alfa, sedangkan kalau produksi globin jenis beta yang terganggu maka penderitanya mengalami thalasemia beta. Selain itu, thalasemia dibedakan lagi menjadi jenis mayor dan minor.

Thalasemia beta mayor, merupakan jenis yang paling parah. Penderita thalasemia jenis ini harus melakukan transfusi terus-menerus sejak didiagnosis, meskipun sejak bayi. Umumnya bayi yang lahir akan sering sakit selama 1-2 tahun pertama kehidupannya. Pertumbuhan dan perkembangannya juga mengalami keterlambatan akibat sirkulasi zat gizi yang kurang lancar.

Thalasemia beta minor, menyebabkan penderitanya mengalami anemia ringan dan ketidaknormalan sel darah minor. Untuk thalasemia ini penderita tidak perlu melakukan transfusi darah.

Thalasemia beta intermedia, pada thalasemia jenis ini transfusi bisa dilakukan sewaktu-waktu tergantung dari seberapa parahnya kebutuhan untuk menambah darah.

Thalasemia alfa mayor, terjadi bila seseorang tak memiliki gen perintah produksi protein globin. Kondisi ini dapat membuat janin menderita anemia parah, penyakit jantung, dan penimbunan cairan tubuh. Untuk thalasemia jenis ini, bayi harus melakukan transfusi sejak dalam kandungan dan setelah anak dilahirkan agar tetap sehat.

Thalasemia alfa minor, biasanya tidak menyebabkan gangguan kesehatan berarti, tetapi bila berbakat anemia ringan, kelainan gen ini memiliki kemungkinan besar untuk diturunkan pada anaknya. Penderita thalasemia jenis ini pun tidak memerlukan transfusi.

Sel Tumor Ternyata Meregenerasi Sendiri

Riset menunjukkan, sel tumor ternyata tak hanya mampu menyebar ke seluruh tubuh dengan cara mengirimkan sel yang sangat kecil atau disebut juga dengan benih, namun mereka juga mampu mengubah diri menjadi benih. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjelaskan mengapa tumor bisa muncul dan menyebar meski mereka sudah dimusnahkan.

Para peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, hasil penelitian ini juga diharapkan membantu para ahli untuk mengembangkan obat yang mampu menghentikan proses penyebaran kanker atau metastasis.

“Sel tumor yang sudah menyebar bisa berubah menjadi koloni tumor awal dalam proses yang kami sebut sebagai “menjadi benih tumor kembali,” kata Joan Massague dari Memorial Sloan-Kettering Cancer, New York, AS.

“Kini kami berhasil menemukan bahwa tumor bisa menangkap kembali anak-anaknya yang paling bandel, sehingga mereka mampu menjadi sel yang lebih agresif menyebar, lebih kuat, dan kokoh,” kata Massague.

Pada beberapa kasus, tambah Massague, mungkin terapi pengobatan kanker bisa dilakukan dengan membiarkan jaringan yang terinflamasi dan pernah menjadi rumah sel tumor dibiarkan saja sementara waktu.

“Kami menduga sel tumor akan kembali masuk dalam sirkulasi tubuh dalam waktu seminggu atau sebulan pasca tindakan operasi dan lewat proses menjadi benih kembali ini mereka akan menempati jaringan awal dan memproduksi sel tumor,” papar Massague.

Dalam risetnya Massague dan timnya menggunakan mencit di laboratorium yang sudah diinjeksi dengan sel kanker payudara. Sel ini secara genetik sudah didesain agar mampu menyala di bawah lampu ultraviolet sehingga para peneliti mampu melacak penyebaran sel ini dalam tubuh mencit. Para peneliti menemukan, sistem imun mengeluarkan semacam zat kimia sebagai sinyal untuk memanggil rumah sel tumor.

Tentang Penyakit Swimmer’s Ear

Selasa, 29 Desember 2009

Infeksi telinga luar (otitis externa) merupakan infeksi atau radang yang disebabkan oleh goresan akibat benda-benda atau air yang masuk ke saluran telinga. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, terutama mereka yang hobi berenang. Karena itu penyakit ini disebut juga swimmer’s ear.

Telinga adalah indera pendengaran yang strukturnya terbagi menjadi tiga area, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar berupa kulit seperti kulit kita dan areanya meliputi dari liang telinga sampai gendang telinga.

Area telinga tengah meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam. Infeksi bisa terjadi di ketiga tempat ini, namun yang paling sering adalah telinga luar.

Saat air masuk ke dalam liang telinga dan terperangkap oleh lapisan lilin (wax) yang secara alami ada di lapisan telinga tengah, kulit akan menjadi lembab dan basah. Kondisi ini menyebabkan jamur dan bakteri tumbuh subur dan bisa masuk jaringan di liang telinga dan menyebabkan infeksi.

Selain karena kemasukan air, penyakit ini juga sering terjadi karena kebiasaan memasukkan benda ke telinga, termasuk kapas bertangkai (cotton buds). Kapas bertangkai justru mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan melukai gendang telinga. Benda itu juga bisa menggores saluran telinga.

Bakteri yang paling sering menyebabkan radang teling adalah staphylococcus dan pseudomonas. Mereka yang menderita diabetes lebih rentan terkena infeksi ini.

Penyakit radang telinga luar bisa dikenali dari gejala-gejala berikut:
- Rasa gatal dan rasa penuh pada telinga.
- Liang telinga tampak merah dan bengkak sehingga nyeri bila disentuh.
- Kadang-kadang juga keluar cairan.
- Ciri khas penyakit ini adalah rasa sakit saat kita mengunyah atau menekan bagian luar telinga.
- Hilangnya pendengaran sementara.

Infeksi radang telinga luar pada dasarnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Cepat lambatnya penyembuhan tergantung pada jenis infeksi dan tingkat keparahan serta faktor penyebab infeksinya.

Meski begitu segera berobat ke dokter bila rasa sakit atau nyeri di telinga masih menetap selama lebih dari tiga hari. Waspadai pula infeksi yang disertai demam pada anak.

Pengobatan biasanya dengan antibiotika oral, bisa juga dengan tetes telinga mengandung antibiotika untuk mengenyahkan bakteri. Jika penyebabnya jamur, diberi antijamur. Seringkali dokter juga memberikan obat pelega pernapasan, antihistamin, maupun penghilang nyeri sesuai kebutuhan.

Penderita disarankan beristirahat untuk meningkatkan kondisi tubuh, minum banyak air-enam sampai delapan gelas per hari-terutama jika ada demam. Telinga harus dijaga agar tetap kering.

Jarang Kotor-kotoran, Bahaya Bagi Anak

Para orang tua yang membiasakan anak-anaknya hidup terlalu steril sebaiknya berpikir ulang. Studi terbaru di AS mengindikasikan, gaya hidup terlalu bersih justru membuat anak-anak menjadi rawan sakit jantung.

Para ahli mengklaim, tren penggunaan sabun-sabun antibakteri justru dapat memicu anak-anak menjadi rentan di kemudian hari. Padahal, paparan terhadap kuman-kuman setiap hari bermanfaat bagi pencegahan penyakit.

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences ini adalah yang pertama menunjukkan bagaimana paparan kuman di masa anak-anak dapat memengaruhi respon sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit yang berkaitan dengan penuaan di masa dewasa.

“Bertolakbelakang dengan asumsi yang berkaitan dengan studi sebelumnya, riset kami mengindikasikan bahwa lingkungan yang ultra-bersih, ultra-higienis di masa kecil dapat memicu tingkat peradangan (inflamasi) yang lebih tinggi di masa dewasa, yang berakibat meningkatnya risiko timbulnya banyak penyakit,” ujar penulis riset Thomas McDade, associate professor antropologi di Northwestern University’s Weinberg College of Arts and Sciences and the Institute for Policy Research,

McDade mengindikasikan, paparan terhadap bakteri penyebab infeksi di masa kecil justru bermanfaat karena memberi perlindungan terhadap seseorang dari ancaman penyakit kardiovaskuler yang berisiko pada kematian. Menurut teori para peneliti, sistem inflamasi tubuh manusia memerlukan paparan lebih tinggi terhadap bakteri dan mikroba untuk mencapai perkembangan yang ideal.

Jaga / Shift Malam Rusak Jam Biologis Tubuh

Kamis, 07 Mei 2009

Bekerja malam hari dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit kanker. Informasi tersebut terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. David Blask, dari Tulane University, Louisiana, Amerika Serikat. Menurut Blask, pancaran sinar di malam hari dapat mengurangi jumlah hormon alami yang berfungsi untuk melawan kanker.

Selain kanker, orang yang memiliki pola tidur yang terganggu ternyata juga mengalami metabolisme tubuh yang kacau sebagai akibat bekerja di malam hari dan tidur di siang hari.

Dari sejumlah partisipan yang diteliti, sesaat setelah ritme tubuh mereka tidak lagi mengikuti siklus siang-malam seperti biasa, hormon-hormon metabolisme penting dalam tubuh menjadi rusak. Temuan ini membuktikan bahwa kerja shift bukan hanya sekadar tidak nyaman bagi tubuh, tetapi juga membahayakan.

“Normalnya, jam tubuh manusia menyiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas tertentu pada waktu tertentu setiap harinya,” kata Frank Scheer, seorang ahli syaraf dari Harvard Medical School. “Tetapi ketika sistem tersebut tidak lagi sinkron, maka sistem tidak dapat mempersiapkan tubuh secara benar,” ucapnya.

Selama beberapa tahun terakhir, peneliti sudah mengetahui bahwa orang yang bekerja pada shift malam, atau sekitar 15 juta orang di Amerika Serikat, umumnya cenderung akan menderita penyakit jantung, keretakan pada tulang, kanker, diabetes, dan obesitas.

Pola ini awalnya disebutkan sebagai dampak dari asupan nutrisi yang buruk dan kurang olah raga. Tetapi pekerja malam juga belum tentu hidup kurang sehat dibandingkan dengan rekan mereka yang bekerja di shift siang. Risikonya tetap tinggi meskipun gaya hidup sudah tidak diperhitungkan. Ini mencerminkan hubungan antara jam biologis dan aturan metabolisme hormon.

Sejauh ini, penelitian pada hewan telah menunjukkan hubungan tersebut, tetapi belum banyak penelitan yang dilakukan pada manusia, khususnya bagi yang melakukan pekerjaannya di malam hari.







Pola Hidup Bersih Lindungi Diri dari Flu Singapura

Tvone. 21/04/09.Heboh penyakit flu singapura membuat sejumlah warga Ibu Kota panik. Khususnya mereka yang memiliki anak usia di bawah 10 tahun.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP, MARS, mengimbau masyarakat tak panik. “Penyakit ini tidak berbahaya namun memang perlu diwaspadai.”

Menurut dr Tjandra, penyakit ini pada dasarnya bukan penyakit berat. Pengobatan hanya simtomatik dan memperbanyak konsumsi makanan cukup protein dan kalori. Penyakit ini dapat sembuh dalam 7-10 hari.

Tak ada upaya pencegahan khusus terhadap penyakit ini. Risiko tertular dapat ditekan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, dan menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin.

Selain itu, tidak menggunakan secara bersama-sama alat-alat rumah tangga seperti cangkir, sendok, garpu, juga alat kebersihan pribadi seperti handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian. “Terutama sepatu dan kaus kaki,” ujarnya.

Menurut dr Tjandra, dunia kedokteran tidak mengenal istilah flu singapura. Medis mengenalnya sebagai penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) yang disebabkan oleh virus.

Penyakit ini sering ditemui pada anak dan bayi dengan masa inkubasi 3-7 hari. Penularan terjadi melalui percikan ludah, pernapasan, dan kulit. Bahkan juga bisa melalui benda yang sebelumnya disentuh penderita. Masa penularan terbesar adalah pada minggu pertama sakit.

Gejala yang muncul seperti flu biasa, yakni demam, batuk, pilek, pegal-pegal, dan mudah lelah. Bedanya, flu ini disertai bercak-bercak merah berair seperti cacar di telapak tangan, kaki, dan di antara jari, serta sariawan di rongga mulut.

Namun bila ditemukan tanda-tanda yang membahayakan penderita, seperti gejala neurologi, muntah berulang, sesak nafas, dan halusinasi, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.