Tampilkan postingan dengan label tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tubuh. Tampilkan semua postingan

Sikap - Sikap Tubuh Kurang Sehat

Minggu, 03 Januari 2010

Sikap tubuh yang kurang tepat dapat memengaruhi postur tubuh. Bila didiamkan atau tidak mendapat penanganan yang semestinya dapat menyebabkan kelainan pada tulang belakang. Namun, ragam kelainan yang ditimbulkan tentunya berbeda-beda, yakni dapat berupa skoliosis (kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping), atau kyphosis (tulang belakang yang membengkok dan kelihatan bongkok dari arah samping).

Berikut beberapa sikap tubuh yang sebaiknya dihindari:

1. Posisi duduk membungkuk

Kebiasaan duduk membungkuk yang membuat anak merasa nyaman dengan posisi tersebut. Atau dapat pula terjadi karena pemakaian kursi yang tidak ergonomis. Kemungkinan lain, kursi yang digunakan lebih tinggi dibanding mejanya hingga anak akan membungkukkan badannya saat menulis. Meja yang terlalu rendah juga akan memaksa anak duduk membungkuk saat menulis ataupun kala melakukan aktivitas di meja tersebut.

Bila kebiasaan ini dibiarkan dapat memunculkan ketegangan otot pada wilayah leher dan punggung yang berujung pada keluhan rasa pegal-pegal atau kaku. Bila keluhan ini dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan terjadinya kyphosis. Untuk mengoreksinya (bila tergolong ringan), dapat dilakukan dengan latihan guna memperbaiki postur tubuh sekaligus menguatkan otot. Di samping melakukan senam untuk mendukung penguatan otot di sekitar wilayah punggung dan bahu. Sedangkan bila tergolong berat perlu dilakukan operasi.

2. Posisi duduk miring

Kursi yang tidak ergonomis atau ketinggian kursi yang tidak sama dapat menyebabkan anak duduk dengan kemiringan tertentu. Bila berlangsung terus-menerus, lambat laun akhirnya membentuk jadi kebiasaan. Otot-otot dan tulang belakangnya dipaksa bekerja ekstrakeras untuk melakukan penyesuaian dengan posisi tubuh. Akibatnya, terjadilah ketegangan otot. Jadi wajar, bila muncul keluhan rasa kaku atau pegal di wilayah punggung dan pinggang karena otot-otot yang tegang.

Bila posisi ini berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kelainan postur yang dikenal dengan nama skoliosis. Namun, bila bengkoknya kurang dari 20 derajat cukup dilakukan senam untuk menguatkan otot dan pembentukan postur. Sedangkan bila tergolong skoliosis menengah, perlu dibantu alat dan bila tergolong berat harus dioperasi.

3. Membawa beban berat

Membawa beban yang berat pada satu sisi, misalnya, membawa tas pada bahu kanan terus-menerus juga dapat menimbulkan ketegangan otot di wilayah bahu kanan. Ditandai dengan rasa pegal-pegal atau kaku, nyeri pada wilayah tersebut. Bahkan, bila kondisi ini berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan postur meski bukan selalu skoliosis.

Bila perubahan postur tersebut sampai mengakibatkan bahu tinggi sebelah, kepala menjadi miring dan panggul tinggi sebelah maka perlu melakukan pemeriksaan rontgen. Bila diketahui tulang belakangnya melengkung hingga membentuk huruf “S”, maka dapat dinyatakan menderita skoliosis. Langkah selanjutnya, tinggal menentukan derajat kemiringan lengkungan tersebut guna menentukan terapi atau tindakan yang harus dilakukan.

4. Menulis sambil tiduran

Posisi menulis sambil tiduran di lantai dapat menyebabkan keluhan nyeri pada leher, bahu, dan punggung karena ketegangan otot kendati tidak sampai menyebabkan skoliosis. Akan tetapi, bila posisi tiduran, tengkurap, atau sikap duduk yang salah dibiarkan terus-menerus dan membentuk kebiasaan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Posisi tengkurap, contohnya, akan menekan dada dan juga paru-paru yang berarti akan menghambat sirkulasi oksigen. Padahal, kelancaran pasokan oksigen sangat diperlukan otak dalam berkonsentrasi. Akibat lainnya adalah mudah mengantuk. Selain itu, posisi tiduran atau tengkurap juga menyebabkan jarak pandang mata dan buku pelajaran menjadi lebih dekat sehingga kurang baik untuk kesehatan mata.

Tipe - Tipe Tubuh Manusia

Selasa, 29 Desember 2009

Artikel Kesehatan Masyarakat, Tidak semua orang bisa mempunyai tubuh bak supermodel. Beberapa orang memiliki tubuh dengan tipe endomorph (gemuk) secara alami. Tidak peduli seberapa banyak Anda mencoba untuk diet, Anda tidak akan bisa mendapatkan bentuk seperti model dan tidak ada yang salah dengan itu. Seorang psikolog yang bernama W.H. Sheldon, membagi jenis tubuh manusia menjadi tiga kategori:

1. Ectomorph: tubuh kecil, tinggi, panjang, kurus, tulang rapuh. Kesulitan dalam hal menaikkan berat badan dan otot (seperti Kate Moss atau supermodel lain).

2. Mesomorph: Sedang, tubuh besar, berbahu lebar dengan pinggang yang sempit, atletis alami, cenderung mudah mebesarkan otot (seperti Demi Moore).

3. Endomorph: bertulang besar dan bulat. Kesulitan dalam hal menurunkan berat badan, berat badan mudah bertambah dan cenderung dapat menambah masa otot dengan cepat.

Pelatih Crunch Fitness, Taj Harris seperti dilansir Glamour mengatakan, “Mengetahui tipe tubuh anda sangat membantu dalam mengeksplorasi kemampuan atletik mereka.” Sedangkan Ahli Gizi Rachel Beller mengatakan makanlah makanan sehat yang mendukung pertumbuhan tubuh dan sistem kekebalan.

Bagaimana dengan Anda? Apa jenis tubuh Anda? Apakah Anda ingin mengubah tubuh Anda dengan jenis tubuh lain, atau apakah Anda puas dengan hanya menjadi diri Anda?

Jaga / Shift Malam Rusak Jam Biologis Tubuh

Kamis, 07 Mei 2009

Bekerja malam hari dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit kanker. Informasi tersebut terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. David Blask, dari Tulane University, Louisiana, Amerika Serikat. Menurut Blask, pancaran sinar di malam hari dapat mengurangi jumlah hormon alami yang berfungsi untuk melawan kanker.

Selain kanker, orang yang memiliki pola tidur yang terganggu ternyata juga mengalami metabolisme tubuh yang kacau sebagai akibat bekerja di malam hari dan tidur di siang hari.

Dari sejumlah partisipan yang diteliti, sesaat setelah ritme tubuh mereka tidak lagi mengikuti siklus siang-malam seperti biasa, hormon-hormon metabolisme penting dalam tubuh menjadi rusak. Temuan ini membuktikan bahwa kerja shift bukan hanya sekadar tidak nyaman bagi tubuh, tetapi juga membahayakan.

“Normalnya, jam tubuh manusia menyiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas tertentu pada waktu tertentu setiap harinya,” kata Frank Scheer, seorang ahli syaraf dari Harvard Medical School. “Tetapi ketika sistem tersebut tidak lagi sinkron, maka sistem tidak dapat mempersiapkan tubuh secara benar,” ucapnya.

Selama beberapa tahun terakhir, peneliti sudah mengetahui bahwa orang yang bekerja pada shift malam, atau sekitar 15 juta orang di Amerika Serikat, umumnya cenderung akan menderita penyakit jantung, keretakan pada tulang, kanker, diabetes, dan obesitas.

Pola ini awalnya disebutkan sebagai dampak dari asupan nutrisi yang buruk dan kurang olah raga. Tetapi pekerja malam juga belum tentu hidup kurang sehat dibandingkan dengan rekan mereka yang bekerja di shift siang. Risikonya tetap tinggi meskipun gaya hidup sudah tidak diperhitungkan. Ini mencerminkan hubungan antara jam biologis dan aturan metabolisme hormon.

Sejauh ini, penelitian pada hewan telah menunjukkan hubungan tersebut, tetapi belum banyak penelitan yang dilakukan pada manusia, khususnya bagi yang melakukan pekerjaannya di malam hari.







Keajaiban Manusia

Manusia diciptakan Tuhan dengan
keunikan yang luar biasa. Menurut
hasil penelitian ilmu kedokteran,
jika seorang dewasa dengan bobot
tubuh rata-rata, maka selama 24 jam
ia memiliki kesibukkan :

1. Jantung berdenyut 103.689 kali
2. Dara menempuh perjalanan 168.000.000 mil
3. Bernapas sebanyak 23.040 kali
4. Menghirup udara sebanyak 483meter kubik
5. Menelan 1.5 Kg makanan
6. meminum 3.5 liter cairan
7. Berkata-kata sebanyak 25.000 kata
(termasuk kata-kata yang tidak perlu diucapkan)
8. mengerakkan 750 otot
9. Kuku bertumbuh 0.00012 cm
10.Rambut memanjang 0.94353 cm
11.Sel otak sebanyak 7.000.000 terus bekerja

Sumber: http://ahmadrinaldiansyah.wordpress.com/