RASA kantuk sering tak juga datang menghampiri. Padahal, tubuh sudah dilanda kelelahan yang teramat sangat, baik secara fisik maupun mental.
Jika Anda tak suka mengonsumsi obat tidur, tak usah khawatir. Sebab, ada cara alami untuk membantu
Anda mengatasi insomnia. Caranya, Anda dapat mengonsumsi beberapa asupan makanan berikut ini. Begitu seperti yang dikutip dari Sheknows.
Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui asupan makanan yang ampuh mengatasi insomnia, inilah daftarnya:
Kentang
Kentang terbukti sebagai makanan dengan nilai GI rendah (Low Glycemic Index). GI adalah indikator
kecepatan proses perubahan dari karbohidrat yang diubah menjadi gula di dalam tubuh.
Kentang tak membuat gula darah Anda naik bila dikonsumsi secara bijak. Malahan dengan menyantap
kentang, Anda bisa cepat terlelap tanpa harus mengonsumi makanan dengan nilai GI yang tinggi.
Pisang
Pisang kaya akan potasium. Potasium merupakan mineral penting yang dapat menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak, dan mengendalikan kadar cairan tubuh.
Saat tubuh sedang mengalami stres, tingkat metabolisme menjadi naik, sehingga terjadi pengurangan kadar potasium. Ini dapat dikendalikan dengan melahap pisang.
Tak hanya itu saja, buah yang satu ini dapat mendatangkan rasa kantuk secara alami. Pasalnya, pisang
mengandung hormon melatonin dan tryptophan, yang membuat Anda tidur nyenyak.
Hormon melatonin adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal di dalam otak dan pembentukannya akan dipicu oleh gelap.
Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekira pukul 02.00-04.00 WIB dan paling rendah di sore hari. Hormon ini mengatur mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur.
Susu
Semasa kecil, para ibu membuatkan segelas susu sebagai pengantar tidur buah hati mereka. Susu tak hanya kaya akan tryptophan. Kandungan di dalam susu dapat membantu memberikan rasa tenang dan membuat tubuh merasa lebih relaks.
Meneguk segelas susu hangat di malam hari bisa membuat Anda cepat tertidur. Tak percaya? Coba saja!
Oatmeal
Oatmeal tak hanya menghangatkan perut dan kaya serat, namun bisa membuat Anda kenyang dan mengantuk seketika. Semangkuk hangat oatmeal dapat menjadi sumber melatonin. Sehingga rasa kantuk pun akan segera menyerang Anda.
Bila ingin lebih cepat mengantuk, sebelum tidur Anda bisa menyantap oatmeal dicampur dengan susu hangat sebagai pelengkap.
Selamat mencoba!
Tampilkan postingan dengan label susu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label susu. Tampilkan semua postingan
Diare Karena Minum Susu
Minggu, 03 Januari 2010
Bagaimana kalau anak diare tiap kali minum susu? Padahal susu adalah minuman yang kaya akan nutrisi penting.
Mencret tiap kali habis minum susu disebut juga intoleransi laktosa. Keadaan ini bisa terjadi pada bayi, anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Anak yang menderita intoleransi laktosa tidak tahan pada salah satu komponen susu yaitu laktosa (sejenis karbohidrat dalam susu) atau tubuhnya tidak bisa mencerna laktosa tersebut.
Mengapa hal itu terjadi? Karena produksi enzim laktase dalam organ pencernaannya kurang, atau sel pembentuk enzimnya kurang atau ada kelainan-kelainan lainnya. Penyebab semua itu sendiri tidak diketahui pasti.
Salah satu kemungkinannya, kekurangan nutrisi tertentu saat si kecil masih dalam kandungan. Akibatnya pertumbuhan sel-sel enzim laktasenya tidak berkembang optimal. Bisa juga karena faktor genetik, yang berarti kondisi ini tidak bisa diapa-apakan. Sedangkan idealnya, laktosa dipecah oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa yang dibutuhkan tubuh untuk energi dan pertumbuhan.
Ciri-ciri penderita intoleransi laktosa adalah diare setelah minum susu. Kondisi intoleransi laktosa yang tidak disadari oleh orangtua- sehingga anak tetap diberi susu- akan semakin mengikis sel-sel enzim laktase yang ada di ujung-ujung jonjot usus anak.
Sifat laktosa yang menarik air akan memperparah karena semakin banyak susu diberikan maka semakin banyak pula diarenya. Jadi, sekali anak diketahui menderita intoleransi laktosa, pemberian susu yang mengandung laktosa harus dihentikan.
Keaaan intoleransi laktosa akan terus berlanjut hingga anak dewasa. Kebutuhan berbagai vitamin dan mineral yang terkandung dalam susu, bisa diganti dengan pemberian susu yang bebas laktosa atau susu kedelai yang memang tidak mengandung laktosa. Solusi lain, tentu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sehingga kebutuhan gizi anak tercukupi.
Mencret tiap kali habis minum susu disebut juga intoleransi laktosa. Keadaan ini bisa terjadi pada bayi, anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Anak yang menderita intoleransi laktosa tidak tahan pada salah satu komponen susu yaitu laktosa (sejenis karbohidrat dalam susu) atau tubuhnya tidak bisa mencerna laktosa tersebut.
Mengapa hal itu terjadi? Karena produksi enzim laktase dalam organ pencernaannya kurang, atau sel pembentuk enzimnya kurang atau ada kelainan-kelainan lainnya. Penyebab semua itu sendiri tidak diketahui pasti.
Salah satu kemungkinannya, kekurangan nutrisi tertentu saat si kecil masih dalam kandungan. Akibatnya pertumbuhan sel-sel enzim laktasenya tidak berkembang optimal. Bisa juga karena faktor genetik, yang berarti kondisi ini tidak bisa diapa-apakan. Sedangkan idealnya, laktosa dipecah oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa yang dibutuhkan tubuh untuk energi dan pertumbuhan.
Ciri-ciri penderita intoleransi laktosa adalah diare setelah minum susu. Kondisi intoleransi laktosa yang tidak disadari oleh orangtua- sehingga anak tetap diberi susu- akan semakin mengikis sel-sel enzim laktase yang ada di ujung-ujung jonjot usus anak.
Sifat laktosa yang menarik air akan memperparah karena semakin banyak susu diberikan maka semakin banyak pula diarenya. Jadi, sekali anak diketahui menderita intoleransi laktosa, pemberian susu yang mengandung laktosa harus dihentikan.
Keaaan intoleransi laktosa akan terus berlanjut hingga anak dewasa. Kebutuhan berbagai vitamin dan mineral yang terkandung dalam susu, bisa diganti dengan pemberian susu yang bebas laktosa atau susu kedelai yang memang tidak mengandung laktosa. Solusi lain, tentu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sehingga kebutuhan gizi anak tercukupi.
Susu Coklat Membuat Anak Gemuk
Selasa, 29 Desember 2009
Memilih susu coklat sebagai sumber tambahan zat gizi bagi anak-anak banyak dilakukan orang tua karena rasanya yang lebih lezat dan enak. Tetapi pemilihan susu coklat sebaiknya dipertimbangkan lagi, karena susu beraroma berpotensi memicu obesitas pada anak-anak.
Di Amerika Serikat, salah seorang direktur layanan gizi sekolah bahkan menyerukan agar susu coklat disingkirkan dari menu kantin sekolah. Pasalnya, susu coklat mengandung kalori lebih tinggi ketimbang susu plain yang rasanya tawar .
“Jika anak-anak memilih susu coklat daripada susu putih sepanjang tahun, berat badan mereka akan bertambah 2,5 sampai 3 pon (1-1,5 kilogram) dan dalam waktu 10 tahun, bobot tersebut bisa menjadi 25 sampai 30 pon,” kata Ann Cooper saat menghadiri pertemuan dengan para pejabat di Washington membahas kualitas makanan di sekolah.
“Kita sudah menghadapi krisis kegemukan di negeri ini,” kata Cooper, yang kini menjabat Direktur Layanan Gizi untuk sekolah di Boulder, Colorado, tempat ia telah menyingkirkan susu coklat dan susu dengan rasa lainnya dan menggantinya dengan susu organik murni yang dingin.
Kebanyakan susu coklat mengandung lebih dari 50 persen kalori dibandingkan dengan susu putih, dan gula yang sama dengan satu ons soda. “Susu coklat dan soda sama buruknya,” kata Cooper.
Sajian delapan ons cair (sebanyak 240 mililiter) susu coklat rendah lemak Nesquik mengandung 200 kalori dan 30 gram gula — atau lebih dari isi kaleng 12 ons (350 mililiter) Coca Cola, yang mengandung 27 gram gula dan 140 kalori.
Tentu saja, susu dengan variasi rasa mengandung zat gizi yang tak ditemukan pada soda. Tapi susu murni mengandung nilai gizi yang sama dengan jumlah kalori yang lebih sedikit serta kadar gula hanya sepertiga dari susu dengan rasa bervariasi.
Pada konferensi mengenai kegemukan awal tahun ini, Thomas Frieden, pemimpin US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan sekitar separuh dari tambahan 250 kalori yang dikonsumsi rata-rata orang Amerika saat ini – dibandingkan dengan 25 tahun lalu – berasal dari minuman dan makanan yang mengandung gula.
Industri susu tak tinggal diam dengan upaya menyingkirkan susu beraroma dari sekolah. Mereka berusaha membalas aktivis yang kontra susu beraroma dengan aksi melalui Internet yang disebut “Angkat tangan anda buat susu coklat”.
“Sebagian sekolah dan kelompok pegiat sedang berusaha menghilangkan susu coklat rendah lemak dari kafetaria, tapi ini sesungguhnya akan lebih banyak mengandung kerugian ketimbang manfaat,” kata National Dairy Council di jejaring pro-susu-beraroma, yang memperlihatkan sangat banyak kotak teks yang berwarna coklat.
“Susu coklat adalah pilihan susu paling kondang di sekolah, dan anak-anak akan minum lebih sedikit susu (dan memperoleh lebih sedikit gizi), jika susu coklat disingkirkan,” katanya.
Di Amerika Serikat, salah seorang direktur layanan gizi sekolah bahkan menyerukan agar susu coklat disingkirkan dari menu kantin sekolah. Pasalnya, susu coklat mengandung kalori lebih tinggi ketimbang susu plain yang rasanya tawar .
“Jika anak-anak memilih susu coklat daripada susu putih sepanjang tahun, berat badan mereka akan bertambah 2,5 sampai 3 pon (1-1,5 kilogram) dan dalam waktu 10 tahun, bobot tersebut bisa menjadi 25 sampai 30 pon,” kata Ann Cooper saat menghadiri pertemuan dengan para pejabat di Washington membahas kualitas makanan di sekolah.
“Kita sudah menghadapi krisis kegemukan di negeri ini,” kata Cooper, yang kini menjabat Direktur Layanan Gizi untuk sekolah di Boulder, Colorado, tempat ia telah menyingkirkan susu coklat dan susu dengan rasa lainnya dan menggantinya dengan susu organik murni yang dingin.
Kebanyakan susu coklat mengandung lebih dari 50 persen kalori dibandingkan dengan susu putih, dan gula yang sama dengan satu ons soda. “Susu coklat dan soda sama buruknya,” kata Cooper.
Sajian delapan ons cair (sebanyak 240 mililiter) susu coklat rendah lemak Nesquik mengandung 200 kalori dan 30 gram gula — atau lebih dari isi kaleng 12 ons (350 mililiter) Coca Cola, yang mengandung 27 gram gula dan 140 kalori.
Tentu saja, susu dengan variasi rasa mengandung zat gizi yang tak ditemukan pada soda. Tapi susu murni mengandung nilai gizi yang sama dengan jumlah kalori yang lebih sedikit serta kadar gula hanya sepertiga dari susu dengan rasa bervariasi.
Pada konferensi mengenai kegemukan awal tahun ini, Thomas Frieden, pemimpin US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan sekitar separuh dari tambahan 250 kalori yang dikonsumsi rata-rata orang Amerika saat ini – dibandingkan dengan 25 tahun lalu – berasal dari minuman dan makanan yang mengandung gula.
Industri susu tak tinggal diam dengan upaya menyingkirkan susu beraroma dari sekolah. Mereka berusaha membalas aktivis yang kontra susu beraroma dengan aksi melalui Internet yang disebut “Angkat tangan anda buat susu coklat”.
“Sebagian sekolah dan kelompok pegiat sedang berusaha menghilangkan susu coklat rendah lemak dari kafetaria, tapi ini sesungguhnya akan lebih banyak mengandung kerugian ketimbang manfaat,” kata National Dairy Council di jejaring pro-susu-beraroma, yang memperlihatkan sangat banyak kotak teks yang berwarna coklat.
“Susu coklat adalah pilihan susu paling kondang di sekolah, dan anak-anak akan minum lebih sedikit susu (dan memperoleh lebih sedikit gizi), jika susu coklat disingkirkan,” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)